SPLTV (Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel)
Nama: Alifia Nala Ayu Sarasati
Kelas: X MIPA 2
No. Absen: 1
A. Pengertian dan Bentuk Umum SPLTV
Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) adalah suatu persamaan matematika yang terdiri dari tiga persamaan linear yang masing – masing persamaannya juga bervariabel tiga.
.) Bentuk Umum SPLTV
Dengan
adalah bilangan real.
Keterangan:
B. Ciri – Ciri Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV)
- Menggunakan relasi tanda sama dengan (=)
- Memiliki tiga variabel
- Ketiga variabel tersebut memiliki derajat satu (berpangkat satu)
C. Komponen Pembentuk SPLTV
.) Variabel
Variabel adalah notasi pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya secara jelas. Variabel disebut juga sebagai peubah. Variabel biasanya dinotasikan dengan huruf kecil, seperti
.
contoh:
.) Konstanta
Konstanta adalah suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel.
contoh:
.) Koefisien
Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta dari suatu suku pada bentuk aljabar.
contoh:
Koefisien
dari
adalah 9.
D. Contoh Soal Menggunakan Metode Campuran
1. Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel di bawah ini dengan menggunakan metode campuran.
x – y + 2z = 4
2x + 2y – z = 2
3x + y + 2z = 8
Jawab:
.) Metode Eliminasi
Langkah pertama, kita tentukan variabel mana yang akan kita eliminasi terlebih dahulu. Untuk mempermudah, lihat variabel yang paling sederhana. Dari ketiga SPLTV di atas, variabel yang paling sederhana adalah y sehingga kita akan mengeliminasi y dulu. Untuk menghilangkan peubah y, maka kita harus menyamakan koefisien masing-masing y dari ketiga persamaan.
x – y + 2z = 4 → koefisien y = –1
2x + 2y – z = 2 → koefisien y = 2
3x + y + 2z = 8 → koefisien y = 1
Agar ketiga koefisien y sama, maka kita kalikan persamaan pertama dan persamaan ketiga dengan 2 sedangkan persamaan kedua kita kalikan 1.
Setelah koefisien y ketiga persamaan sudah sama, maka langsung saja kita kurangkan atau jumlahkan persamaan pertama dengan persamaan kedua dan persamaan kedua dengan persamaan ketiga sedemikian rupa hingga variabel y hilang.
●Dari persamaan pertama dan kedua:
●Dari persamaan kedua dan ketiga:
Kemudian, untuk menentukan nilai x, kita subtitusikan nilai z = 2 ke dalam salah satu SPLDV, misalnya persamaan 4x + 3z sehingga kita peroleh:
⇒ 4x + 3(2) = 10
⇒ 4x + 6 = 10
⇒ 4x = 10 – 6
⇒ 4x = 4
⇒ x =1
Langkah terakhir, untuk menentukan nilai y, kita subtitusikan nilai x = 1 dan z = 2 ke dalam salah satu SPLTV di atas, misalnya persamaan x – y + 2z = 4 sehingga kita peroleh:
⇒ x – y + 2z = 4
⇒ (1) – y + 2(2) = 4
⇒ 1 – y + 4 = 4
⇒ 5 – y = 4
⇒ y = 5 – 4
⇒ y = 1
Dengan demikian kita peroleh nilai x = 1, y = 1 dan z = 2 sehingga himpunan penyelesaian SPLTV di atas adalah {(1, 1, 2)}.
E. Contoh Soal Menggunakan Metode Matriks
1. Dengan menggunakan metode invers matriks, tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tiga variabel berikut ini.
2x + y – z = 1
x + y + z = 6
x – 2y + z = 0
Jawab:
Pertama, kita buat nama yang spesifik dari ketiga sistem persamaan linear di atas, yaitu sebagai berikut.
2x + y – z = 1 …………… Pers. (1)
x + y + z = 6 …….……… Pers. (2)
x – 2y + z = 0 …………… Pers. (3)
Kemudian, persamaan (1), (2), dan (3) kita susun dalam bentuk matriks berikut.
AX = B
Matriks A memuat koefisien-koefisien ketiga persamaan. Matriks X memuat variabel x, y, dan z. Sedangkan matriks B memuat konstanta-konstanta ketiga persamaan linear. Dengan demikian, bentuk matriks AX = B adalah sebagai berikut.
Untuk menentukan nilai x, y, dan z maka bentuk matriks AX = B harus kita ubah menjadi bentuk invers seperti berikut.
AX = B
X = A-1B
Matriks dari A-1 dirumuskan sebagai berikut.
A-1 = (1/determinan A)(adjoin A)
Sampai tahap ini, kita harus menentukan nilai dari determinan matriks A dan juga adjoin matriks A. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
.) Menentukan determinan matriks A
Dari matriks A tambahkan 2 kolom di sebalah kanan. Kolom keempat berisi elemen dari kolom pertama, sedangkan kolom kelima berisi elemen dari kolom kedua matriks A. Sehingga matriks A menjadi seperti berikut.
Dari bentuk matrik di atas, nilai determinan dari matriks A adalah sebagai berikut.
det A = [(2)(1)(1) + (1)(1)(1) + (−1)(1)(−2)] – [(1)(1)(−1) + (−2)(1)(2) + (1)(1)(1)]
det A = [2 + 1 + 2] – [−1 – 4 + 1]
det A = 5 – (−4)
det A = 9
.) Adjoin matriks A
Untuk menentukan adjoin matriks A digunakan rumus berikut.
Adj A = (matriks kofaktor A)T
Jadi sebelum dapat menentukan adjoin matriks, kita harus menentukan dahulu matriks kofaktor A yang ditranspose.
.) Menentukan matriks kofaktor A [kof(A)]
Elemen-elemen matriks kofaktor A adalah sebagai berikut.
Kesembilan elemen K tersebut dapat tentukan dengan menggunakan minor-kofaktor yang dirumuskan sebagai berikut.
K11 = (−1)1 + 1 M11
M11 adalah determinan minor dari matriks A yang diperoleh dengan menutup baris dan kolom pertama matriks A.
Dengan demikian, nilai dari K11 adalah sebagai berikut.
K11 = (−1)1 + 1 (3) = 3
K12 = (−1)1 + 2 M12
M12 adalah determinan minor dari matriks A yang diperoleh dengan menutup baris pertama dan kolom kedua matriks A.
Dengan demikian, nilai dari K12 adalah sebagai berikut.
K12 = (−1)1 + 2 (0) = 0
K13 = (−1)1 + 3 M13
M13 adalah determinan minor dari matriks A yang diperoleh dengan menutup baris pertama dan kolom ketiga matriks A.
Dengan demikian, nilai dari K13 adalah sebagai berikut.
K13 = (−1)1 + 3 (−3) = −3
K21 = (−1)2 + 1 M21
M21 adalah determinan minor dari matriks A yang diperoleh dengan menutup baris kedua dan kolom pertama matriks A.
Dengan demikian, nilai dari K21 adalah sebagai berikut.
K21 = (−1)2 + 1 (−1) = 1
K22 = (−1)2 + 2 M22
M22 adalah determinan minor dari matriks A yang diperoleh dengan menutup baris kedua dan kolom kedua matriks A.
Dengan demikian, nilai dari K22 adalah sebagai berikut.
K22 = (−1)2 + 2 (3) = 3
K23 = (−1)2 + 3 M23
M23 adalah determinan minor dari matriks A yang diperoleh dengan menutup baris kedua dan kolom ketiga matriks A.
Dengan demikian, nilai dari K23 adalah sebagai berikut.
K23 = (−1)2 + 3 (−5) = 5
K31 = (−1)3+ 1 M31
M31 adalah determinan minor dari matriks A yang diperoleh dengan menutup baris ketiga dan kolom pertama matriks A.
Dengan demikian, nilai dari K31 adalah sebagai berikut.
K31 = (−1)3 + 1 (2) = 2
K32 = (−1)3+ 2 M32
M32 adalah determinan minor dari matriks A yang diperoleh dengan menutup baris ketiga dan kolom kedua matriks A.
Dengan demikian, nilai dari K32 adalah sebagai berikut.
K32 = (−1)3 + 2 (3) = −3
K33 = (−1)3+ 3 M33
M33 adalah determinan minor dari matriks A yang diperoleh dengan menutup baris ketiga dan kolom ketiga matriks A.
Dengan demikian, nilai dari K33 adalah sebagai berikut.
K33 = (−1)3 + 3 (1) = 1
Sekarang kita kumpulkan semua nilai K yang diperoleh dari perhitungan di atas, yaitu sebagai berikut.
Komentar
Posting Komentar